Pages

Monday, June 1, 2020

Perjalanan Spirit




Kamu pada saat itu sedang dalam perjalanan pulang mengendarai mobil, ketika dipersimpangan jalan mendadak bus datang dari arah berlawan dan tabrakan pun tak terelakkan. Tidak ada yang luar biasa, tapi tetap saja kecelakaan itu menewaskanmu seketika

Dokter telah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkanmu, tetapi tidak berhasil.

Tubuhmu benar-benar hancur, dan percayalah kematian adalah hal yang baik untukmu saat itu.

Dan saat itulah kau bertemu denganku.

"Apa yang terjadi?", "Di mana aku?" tanyamu
"Kau sudah mati," kataku.

Tidak ada gunanya basa-basi lagi menurutku...

"Ada ... ada sebuah truk ..... dan truk itu tergelincir". Kau bergumam
"Ya."
"Aku ..." "... aku sudah mati?"
"Ya." "Tapi janganlah menyesal. Karena semua orang akan mati pada saatnya." Aku menjelaskan

Kamu melihat sekeliling. Tidak ada apapun. Hanya ada kehampaan, kamu dan aku.

"Tempat apakah ini?", "Apakah ini akhirat?"
"Ya kurang lebih." kataku.
"Apakah kau Tuhan?"
"Ya, Bisa dibilang begitu."
"Anak-anakku, istriku ..."
"Kenapa dengan mereka?"
"Apakah mereka baik-baik saja?"
"Itulah yang ingin kudengar," kataku, "Kau baru saja meninggal dan pertama kali yang kau pikirkan adalah keluargamu. Kau adalah orang yang baik."

Kau melihatku dengan penuh kebingungan.
Dalam benakmu, Aku tidak terlihat seperti Tuhan. Aku hanya terlihat seperti zat yang samar-samar.

"Jangan khawatir," kataku, "Mereka akan baik-baik saja." "Anak-anakmu akan mengingatmu sebagai bapak yang baik. Mereka masih kecil sehingga belum memiliki pemikiran buruk tentangmu. Istrimu akan meratap pada penampakan luar, tetapi hatinya sungguh lega. Pada kenyataannya, hubungan pernikahan kalian mulai berantakan. Jika ada perasaan bersalah pun, karena dia merasa bersalah dengan perasaan lega itu."

"Jadi apa yang akan terjadi sekarang? Apakah aku akan ke surga atau neraka atau ketempat yang lain?"
"Tidak, Kau akan dilahirkan kembali." kataku
"Ah, ternyata Hindu benar selama ini."
"Semua agama benar dengan cara mereka sendiri, mari berjalanlah denganku."


"Jadi apa gunanya kalau aku harus dilahirkan kembali, aku akan menjadi seperti kanvas kosong dan mengulang semua kembali. Kembali menjadi seorang bayi, semua yang kulakukan dalam hidup ini menjadi tidak berarti, benarkan?"

"Bukan begitu, di dalam dirimu, Kamu memiliki semua pengetahuan dan pengalaman dari semua kehidupan sebelumnya di masa lalu. Hanya saja kamu tidak mengingatnya sekarang."

Aku berhenti berjalan, dan berkata.

"Jiwamu lebih indah, elegan dan lebih besar dari yang kamu bayangkan. Pikiran manusia hanya bisa menyimpan sebagian kecil energi dari dirimu. Sama seperti ketika mencelupkan jarimu didalam segelas air untuk memeriksa apakah panas atau dingin. Kamu menempatkan sebagian kecil dari dirimu kedalam wadah tersebut dan ketika kamu mengangkatnya kembali kamu telah mendapatkan semua pengalaman itu"

"Kamu baru menjadi manusia selama 48 tahun, kamu belum merentangkan dan merasakan sisa kesadaranmu yang luar biasa. Jika kamu berada disini cukup lama Kamu akan mengingat  semua pengalaman itu. Tetapi tidak ada gunanya melakukan itu diantara setiap kehidupanmu. "

"Berapa kali aku telah bereinkarnasi?" tanyamu.

"Oh, banyak sekali, kau telah melalui banyak kehidupan yang berbeda-beda. Kali ini, Kau akan menjadi gadis petani China pada tahun 400 sebelum masehi."

"Tunggu, apa?" "Engkau mengirimku kembali ke masa lalu?"

"Yah, secara teknis. Waktu seperti yang kamu tahu hanya ada di alam semestamu. Waktu berjalan dengan sangat berbeda ditempatku berasal"

"Dari mana kamu berasal?" tanyamu.

"Hhhmmm tentu saja, aku datang dari suatu tempat yang sangat jauh. Dan disana banyak zat yang sepertiku. Aku tahu kamu pasti bertanya-tanya seperti apa tempat itu, dan jujur saja menurutku kamu masih belum siap untuk kesana. Banyak hal yang tidak akan kamu mengerti disana."

"Oh ..." katamu, sedikit kecewa. "Tapi tunggu, jika aku reinkarnasi ke masa lalu, apakah mungkin aku pernah berinteraksi dengan diriku sendiri?"

"Tentu saja, hal itu terjadi sepanjang waktu. Dari dua kehidupan dirimu yang berpapasan mereka hanya menyadari kehidupannya masing-masing, bahkan kamu berdua tidak tahu apa yang terjadi."

"Jadi apa gunanya semua ini?"

Kemudian aku melihatmu, "Makna hidup dan alasanku membuat seluruh alam semesta ini, adalah agar kamu menjadi dewasa."

"Maksudmu seluruh umat manusia, kamu ingin kami menjadi dewasa?"

"Tidak, hanya kamu. Aku menciptakan seluruh alam semesta ini untukmu, dengan setiap kehidupan dalam setiap reinkarnasi kamu akan bertumbuh dan menjadi dewasa. Menjadi spirit yang tumbuh lebih besar dan lebih baik."

"Hanya aku? Bagaimana dengan yang orang lain?"
"Tidak ada orang lain di alam semesta ini, hanya ada kamu dan aku."

Kamu menatapku dengan kosong. seraya bertanya "Tapi semua orang di dunia ini?"

"Mereka semua itu adalah kamu, bentuk kehidupan reinkarnasi yang berbeda dari setiap dirimu."
"Tunggu, aku.. adalah semua orang?"
"Sekarang kamu mengerti."
"Aku adalah setiap manusia yang pernah hidup...?"
"Dan yang akan hidup, ya benar"
"Aku adalah Mpu Gandring?" katamu
"Dan Ken Arok." sahutku
"Aku Hitler?" katamu, terkejut.
"Dan jutaan orang yang kau bunuh"
"Aku Yesus?" tanyamu
"Dan semua yang mengikutimu."

Kamu terdiam.

"Setiap kali kamu menyakiti seseorang, kamu hanyalah menyakiti dirimu sendiri, begitu juga sebaliknya ketika kamu berbuat baik. Setiap momen bahagia dan sedih yang telah dan akan dialami oleh manusia juga dialami olehmu"

Kamu tertegun dalam waktu yang lama.

"Kenapa? Kenapa kau melakukan semua ini?" tanyamu
"Karena suatu hari, Kamu akan menjadi sepertiku, sejatinya dirimu adalah sebagian dari diriku, kamu adalah anakku!"

"Wah!" katamu, tidak percaya. "Maksudmu Aku adalah TUHAN!?"
"Belum. Kamu masih dalam bentuk sebuah janin. Kamu masih harus terus tumbuh. Setelah kamu menjalani seluruh kehidupanmu sebagai manusia, disaat itulah kamu akan cukup memiliki kemampuan untuk dilahirkan menjadi sepertiku!"

"Jadi, seluruh alam semesta.. Itu hanya..."
"Telur (Kandungan)!" Aku menjawab. "Sekarang waktunya bagimu untuk melanjutkan perjalanan ke kehidupan selanjutnya." Dan aku pun mengirimmu keperjalanan selanjutnya.

1 comment:

Sanatana Dharma said...

akhirnya setelah 4 tahun.. 😭

Post a Comment